DVD Film Nabi Yusuf Alaihis Salam, Kisah Terbaik Dari Al Qur’an, 45 Episode, Terjemah Bahasa Indonesia

VCD / DVD Film Islami



  • DVD Film Nabi Yusuf Alaihis Salam, Kisah Terbaik Dari Al Qur’an, 45 Episode, Terjemah Bahasa Indonesia
    DVD Film Nabi Yusuf Alaihis Salam, Kisah Terbaik Dari Al Qur’an, 45 Episode, Terjemah Bahasa Indonesia
Harga:Rp. 115.000,-
Ingin bertanya?

Kisah-kisah al-Qur’an yang diangkat ke layar lebar atau dijadikan film tentu bukan pekerjaan mudah. Diperlukan banyak nara sumber baik kitab-kitab klasik, sejarah, tafsir, hadits serta beragam eksplorasi lainnya. Pasti yang lebih pelik lagi adalah ketika menukil sumber-sumber hadits yang sahih dan membedakannya dari hadits-hadits Israiliyyat yang banyak berseliweran dalam berbagai kitab hadits.

 

Kita bisa melihat betapa seriusnya penggarapan film ini. Film ini dibuat selama 4 tahun dengan menelan biaya produksi lebih dari 7O milyar rupiah. Film besutan Farajullah Salahsyur ini merupakan hasil dari 8 tahun riset di perpustakaan al-Azhar dan telaah kurang lebih 6O kitab tafsir di samping kunjungan ke museum di Paris, lantaran di museum ini, benda-benda purbakala peradaan kuno Mesir banyak tersimpan.

 

Film ini menceritakan masa kecil Nabi Yusuf As yang dilempar ke sumur oleh saudara saudaranya. Namun dengan pertolongan Allah Swt, ia diselamatkan dan mendapat pendidikan di istana Mesir. Kehadirannya di sana kemudian membuat istri raja Mesir, Zulaikha jatuh hati pada Nabi Yusuf namun kemudian rayuannya ditolak. Dengan tipu muslihatnya, Zulaikha berhasil memenjarakan Nabi Yusuf. Namun dengan kebesaran hatinya, Nabi Yusuf terus menyebarkan keyakinan terhadap ke Esaan Allah Swt hingga akhirnya setelah bebas ia justru menjadi penguasa Mesir.

 

Untuk memproduksi film ini agar betul-betul mendekati sebenarnya, di pinggiran kota Teheran dibangun replika kota Thebes [yang selama berabad abad merupakan ibu kota Mesir Kuno] sebagaimana Thebes yang asli, ada sungai Nil, ada patung Luxor atau Spinx, pahatan pahatan kuno dari patung Amenhotep III ayah Amenhotep IV yang kemudian mengubah gelarnya menjadi Akhenatun setelah menjawab seruan Yusuf menyembah Allah Swt.