Meraih Cinta Ilahi, Lautan Hikmah Sang Wali Allah, Syekh Abdul Qadir al-Jailani

Karya Syeikh Abdul Qodir al-Jaelani|Tasawwuf



  • Meraih Cinta Ilahi, Lautan Hikmah Sang Wali Allah, Syekh Abdul Qadir al-Jailani
    Meraih Cinta Ilahi, Lautan Hikmah Sang Wali Allah, Syekh Abdul Qadir al-Jailani
Harga:Rp. 115.000,-
Ingin bertanya?

Bagi seorang hamba yang tengah terbakar api cinta kepada Allah, tak ada keinginan selain bisa dekat dengan Sang Kekasih. Ia suka memilih tempat yang sunyi, menyendiri dari manusia dan dunia (zuhud), untuk mencurahkan isi hati kepada Kekasihnya. Baginya, dunia ini tak ada nilainya. Bahkan akhirat pun tak ia lirik. Ia hanya punya satu keinginan: menuju pintu kedekatan dengan-Nya.

 

Bila seorang hamba hatinya telah dekat kepada-Nya, maka dunia dan akhirat akan menjadi miliknya. Namun, untuk mencapai maqam seperti itu tidaklah mudah. Diperlukan mujahadah keras untuk mengosongkan hati dari makhluk, hingga yang tersisa di hati hanyalah Allah. ”Manusia hanya punya satu hati, yang apabila telah penuh dengan sesuatu, tak lagi punya ruang untuk yang lain,” kata Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

 

Buku ’Meraih Cinta Ilahi’ ini hadir untuk menuntun manusia menapaki jalan sunyi menuju maqam itu. Dari persiapan awal yang mesti dilakukan sampai ujian takdir-Nya kepada para pnempuh jalan itu. Sang wali besar ini juga memberi bekal dan kunci-kunci rahasia agar selamat sampai ke pintu-Nya, seperti zuhud, sabar, syukur, tobat, ilmu, amal, ikhlas, dan lainnya.

 

SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI (471-561 H atau 1077-1166 M), adalah ulama dan sufi besar kelahiran Jailan yang mencapai puncak spiritualnya di Baghdad. Ia berhasil memadukan antara syariat dan sufisme secara praktis-aplikatif. Peletak dasar tarikat Qadiriyah ini meniscayakan syariat sebagai syarat mutlak untuk meraih keselamatan di dunia dan akhirat, dan kunci penting untuk sampai pada kedekatan dengan-Nya.*

 

DAFTAR ISI:

 

PENDAHULUAN

Profil Singkat Syekh Muhyiddin (Abdul Qadir Jailani)

 

MAJELIS KE- 1: JANGAN MEMBANTAH KEBIJAKAN ALLAH

MAJELIS KE- 2: KEFAKIRAN

MAJELIS KE- 3: JANGAN BERANGAN-ANGAN MENJADI KAYA

MAJELIS KE- 4: TOBAT KEPADA ALLAH

MAJELIS KE- 5: SEBAB KECINTAAN ALLAH KEPADA HAMBA-NYA

MAJELIS KE- 6: NASIHAT SEORANG MUKMIN KEPADA SAUDARANYA

MAJELIS KE- 7 : KESABARAN

MAJELIS KE- 8: JANGAN RIYA’

MAJELIS KE- 9 : UJIAN ORANG YANG BERIMAN

MAJELIS KE-10: JANGAN MERASA TERBEBANI DALAM BERIBADAH

MAJELIS KE-11: MENGENAL ALLAH

MAJELIS KE-12: JANGAN MEMINTA KEPADA SELAIN ALLAH

MAJELIS KE-13: UTAMAKANLAH AKHIRAT

MAJELIS KE-14: JANGANLAH BERSIKAP MUNAFIK

MAJELIS KE-15 : MENDAHULUKAN KEPENTINGAN MUKMIN LAIN DARIPADA KEPENTINGAN

                          SENDIRI

MAJELIS KE-16: MENGAMALKAN AL-QUR’AN

MAJELIS KE-17: JANGAN RISAUKAN REZEKIMU

MAJELIS KE-18: JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU DAN SETAN

MAJELIS KE-19: TAKUT KEPADA ALLAH

MAJELIS KE-20: PERKATAAN YANG TIDAK DISERTAI PERBUATAN

MAJELIS KE-21: TIDAK MENOLEH KEPADA MAKHLUK

MAJELIS KE-22: MEMBERSIHKAN HATI DARI KECINTAAN TERHADAP DUNIA

MAJELIS KE-23: MEMBERSIHKAN KARAT HATI

MAJELIS KE-24 : JANGAN TURUT CAMPUR DALAM ATURAN ALLAH

MAJELIS KE-25: ZUHUD TERHADAP DUNIA

MAJELIS KE-26: JANGAN MENGADU KEPADA MAKHLUK

MAJELIS KE-27: LARANGAN BERDUSTA

MAJELIS KE-28: MENCINTAI KARENA ALLAH

MAJELIS KE-29: TIDAK MERENDAH KEPADA ORANG KAYA KARENA KEKAYAANNYA

MAJELIS KE-30: MENGAKUI NIKMAT ALLAH

MAJELIS KE-31: MARAH YANG TERPUJI DAN TERCELA

MAJELIS KE-32: MENJALANKAN PERINTAH DAN MENJAUHI LARANGAN

MAJELIS KE-33: MELIHAT ALLAH PADA HARI KIAMAT

MAJELIS KE-34: MENCEGAH KEMUNGKARAN

MAJELIS KE-35: MENYALAHI ALLAH TA‘ALA

MAJELIS KE-36: IKHLAS BERAMAL UNTUK ALLAH

MAJELIS KE-37: IBADAH ORANG YANG SAKIT

MAJELIS KE–38: KEUTAMAAN “LA ILAHA ILLALLAH”

MAJELIS KE-39: MENCINTAI PARA WALI DAN ORANG-ORANG SALEH

MAJELIS KE-40: MEMPERDALAM AGAMA

MAJELIS KE-41: MENCINTAI ALLAH

MAJELIS KE-42: TAKWA

MAJELIS KE-43: NAFSU AMMARAH

MAJELIS KE-44: DUNIA INI PENJARA BAGI ORANG YANG BERIMAN

MAJELIS KE-45: BERPEGANG PADA TALI YANG KOKOH

MAJELIS KE-46: MENGIKUTI RASULULULLAH SAW

MAJELIS KE-47: MEMBENCI MAKHLUK KETIKA MEMBAHAYAKAN

MAJELIS KE-48: AMAL SALEH

MAJELIS KE-49: MURAH HATI DAN MEMBERI KEPADA ORANG YANG MEMINTA

MAJELIS KE-50: KEWAJIBAN MENGOSONGKAN DIRI DARI KEINGINAN-KEINGINAN DUNIAWI

MAJELIS KE-51: TIDAK MERASA TENTERAM DENGAN DUNIA

MAJELIS KE-52: MANUSIA ITU PASTI FANA

MAJELIS KE-53: UJIAN ALLAH

MAJELIS KE-54: BERPIKIR TENTANG PADANG MAHSYAR

MAJELIS KE-55: RELA DENGAN QADHA ALLAH

MAJELIS KE-56: MURAQABATULLAH

MAJELIS KE-58: BERAMAL DENGAN IKHLAS

MAJELIS KE-59: JANGAN BERPURA-PURA

MAJELIS KE-60: MENINGGALKAN SESUATU YANG TIDAK BERGUNA

MAJELIS KE-61: BISIKAN-BISIKAN HATI MANUSIA

MAJELIS KE-62: TAUHID 

Keterangan
Cover Hard Cover
Penulis Syekh Abdul Qadir al-Jailani
Tebal 488 Halaman
Ukuran 15,5 x 24 Cm