Detik-Detik Penulisan Wahyu - Kisah Nyata 20 Sekretaris Nabi dan Pencatat Ayat-Ayat Suci Al-Quran

Sejarah / Biografi



  • Detik-Detik Penulisan Wahyu - Kisah Nyata 20 Sekretaris Nabi dan Pencatat Ayat-Ayat Suci Al-Quran
    Detik-Detik Penulisan Wahyu - Kisah Nyata 20 Sekretaris Nabi dan Pencatat Ayat-Ayat Suci Al-Quran
Harga Lama:Rp. 34.000,-
Harga:Rp. 31.000,-
Stok Habis
Ingin bertanya?

Kini mushaf Al-Quran yang kita baca tak hanya lengkap dengan segala tanda baca, tapi juga sarat dengan hiasan indah. Tapi,  tahukah Anda seperti apa mushaf-mushaf awal ketika pertama kali ayat-ayat suci dituliskan? 

 

Bagaimana suasana ketika wahyu demi wahyu turun kepada Rasulullah saw. dan lantas dicatat di media seadanya, seperti kulit bintang (al-riqa’), batu-batu pipih (al-likhaf), tulang-belukang (al-aktaf), dan pelepah kurma (al-‘usbu)? Siapa saja yang dipercaya Nabi untuk menuliskannya?

 
Lebih dari itu, bagaimana Rasul berhasil menanamkan ayat demi ayat ke sanubari para sahabat sehingga lahir generasi cemerlang Al-Quran—yang tak hanya mampu memahat ayat suci dalam altar batin mereka, tapi juga dalam lembaran hidup mereka sehari-hari.


Lalu, sejak kapan mushaf Al-Quran dibukukan dan dibakukan? Siapa saja yang berperan dalam penyempurnaan tulisan dan bacaan sehingga kini lebih mudah dipelajari umat muslim di belahan dunia mana pun?


Setelah menuturkan kisah panjang penulisan Al-Quran—sejak masa Nabi hingga masa kini—buku ini menyajikan kisah hidup para sahabat mulia pencatat wahyu. Catatan merekalah yang menjadi sumber penting proses pengumpulan Al-Quran pada masa Abu Bakar dan penyusunan mushaf utuh pada masa Khalifah Utsman ibn Affan—yang disebut mushaf utsmani dan dibaca oleh umat Islam di seluruh  penjuru dunia sampai saat ini.


Selain mencatat wahyu, para sahabat ini juga menuliskan berbagai surat Rasulullah yang dikirimkan kepada para pemimpin kabilah di Jazirah Arab dan para raja di luar Jazirah Arab. Isi surat itu adalah ajakan memeluk Islam.


Berdasarkan hasil penelitian para rawi hadis dan sejarawan tepercaya, seluruh kisah dituturkan dengan lincah dan indah. Pembaca diajak menyaksikan fragmen kisah hidup para pencatat wahyu itu: keberislaman, penderitaan, perjuangan, kepahlawanan, dan tentu saja peranan mereka dalam penulisan wahyu serta suasana detik-detik turunnya yang terkait dengan kehidupan mereka.


Bacalah, maka Anda kian yakin dengan firman-Nya, Kami yang menurunkan Al-Quran dan Kami yang menjaganya (al-Hijr: 9).

Keterangan
Jenis Kertas HVS 70 Gram
Penulis Fathi Fawzi Abd al-Muthi
Tebal 234 Halaman
Ukuran 13 x 20,5 cm