Kontra Wahabi

  • Halaman: « Kembali 1 2
  • Mengapa Maulid Nabi SAW Selalu Kita Peringati? – Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki

    Karya Sayyid Al-Maliki|Kontra Wahabi|Maulid Nabi

    Peringatan dan perayaan Maulid Nabi Muhammad saw adalah sebuah hal yang selalu dijadikan perdebatan panjang dikalangan Umat Islam yang seolah tidak pernah ada titik temunya.

     

    Padahal kegiatan ini telah menjadi kebutuhan bagi umat Islam Ahlussnnah Wal Jamaah di dunia, terutama di negara kita Indonesia. Namun dalam perjalanannya selalu ada kerikil-kerikil tajam yang selalu mengusik kegiatan serta peringatan ini dan hal ini telah menimbulkan sakit hati dikalangan umat Islam mayoritas.

     

    Bukan hanya cap bid’ah yang selalu disematkan kepada para pecinta Maulid Nabi Muhammad saw ini, bahkan stempel syirik, sesat dan kafir tak luput dari gelar yang diberikan para pembenci maulid ini. Padahal agenda terbesar umat Islam adalah ukhuwah Islamiyyah, namun gara-gara perbedaan ini, akhirnya misi terbesar Rasulullah terabaikan, bahkan dilupakan begitu saja.

     

    Oleh karena masalah ini perlu diberikan penjelasan yang memadai dan akurat, sehingga masalah ini tidak menjadi sebuah perseteruan yang akan merugikan Umat Islam.

     

    Dalam buku ini al-Allamah Prof. Dr. As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani mengupas secara tuntas dan gamblang tentang kedudukan Seputar Perayaan Maulid Nabi Muhammad saw yang disertai dalil-dalil dari Al-Qur’an Al-Hadits, serta pendapat para ulama yang memiliki kridibilitas dalam keilmuan

    Stok Habis
    Harga:Rp. 28.500,-»25.000,-
  • Menjawab Dakwah Kaum Salafi, Jawaban Ilmiah terhadap Pemahaman dan Cara Dakwah Kaum 'Salafi-Wahabi', Karya Prof. Dr. Ali Jum'ah (Mufti Agung Mesir

    Kontra Wahabi

    Umat Islam di seantero dunia beberapa dekade belakang ini begitu gencar digelinding oleh gerakan dakwah yang cenderung bersifat ekstrem bahkan sangat meresahkan, tak terkecuali di Indonesia. ‘Aksi’ takfir (pengkafiran), tasyriik (pemusyrikan), maupun tabdii’ (pembid’ahan) boleh dikatakan paham yang lagi ngetren dewasa ini.

     

    Fenomena ini tidak hanya mengeroposi bingkai-bingkai ukhuwah Islamiyah, namun telah sampai pada tataran merusak pondasi-pondasi agama yang telah menjadi konsensus bersama. Dan, kemajuan teknologi informasi makin mendorong meluasnya ‘fatwa-fatwa’ mereka laksana air terlepas dari salurannya. Kekacauan fatwa (faudha al-fataawa) pun tidak bisa terelakan. Umat Islam pun kebingungan.

     

    Buku MENJAWAB DAKWAH KAUM 'SALAFI' ini merupakan salah satu buku intelektual yang representatif menjawab berbagai permasalahan terkait dengan pemahaman kaum yang menamakan diri “Salafi” itu. Mulai dari soal sunnah dan bid’ah, taklid, maulid Nabi, ziarah ke makam Rasulullah, tawassul, tabaruk, hingga mengklaim kedua orang tua Rasulullah saw. sebagai ahli neraka.

     

    Buku yang memuat berbagai bantahan ilmiah dan rasional ini, ditulis langsung oleh Mufti Agung Mesir, Prof. Dr. Ali Jum’ah. Dengan demikian buku ini sangat pantas untuk dibaca dalam rangka menjawab kegelisahan yang meruyak di tengah umat Islam dewasa ini.

    Harga:Rp. 49.000,-
  • Menolak Wahabi, Membongkar Penyimpangan Sekte Wahabi; dari Ibnu Taimiyah hingga Abdul Qadir At-Tilmisani

    Kontra Wahabi

    Buku karya Wakil Rais Akbar dan Pendiri Nahdlatul Ulama, KH Muhammad Faqih Maskumambang ini ditulis tahun 1922 atau empat tahun sebelum kelahiran Nahdlatul Ulama (NU). Kitab berjudul “An-Nushush al-Isamiyyah fi Radd al-Wahhabiyyah” ini adalah karangan berbahasa Arab pertama yang membantah paham Islam anti-madzhab seperti Wahabi yang ditulis ulama asal Indonesia. Ini membuktikan persoalan Wahabi sudah menjadi sedemikian momok di awal abad ke-20.

     

    Kiai Faqih bin Abdul Jabar Maskumambang memiliki karisma—sekaligus popularitas—yang sedemikan tinggi di kalangan Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU). Ini tidak saja karena beliau salah seorang ulama yang memiliki peran penting di tubuh NU sejak kali pertama ia dibentuk, tetapi juga karena beliau sahabat karib Kiai Hasyim Asy’ari. Kalau kita teleusuri riwayat kehidupan mereka, kita akan dapati bahwa keduanya merupakan sahabat seperjuangan semenjak “nyantri” baik ketika di tanah suci Makkah, maupun di pondok pesantren Syeikhana Khalil Bangkalan. Bahkan dalam perkembangan selanjutnya, mereka berdua sama-sama menjadi pengurus inti NU: Kiai Hasyim menjadi Rais ‘Am dan Kiai Faqih menjadi Naib ‘Am.

    Harga:Rp. 75.000,-
  • Peringatan Haul Ditinjau dari Hukum Islam

    Akidah|Fikih|Kontra Wahabi

    Peringatan Haul sudah membumi di bumi tercinta Indonesia, entah sejak kapan dimulai dan siapa yang memulai, yang jelas peringatan ini sudah merupakan sutu kelaziman yang mengakar di mana-mana, tanpa ada keraguan sedikitpun bagi yang melakukan. Sampai akhirnya muncul kelompok yang Anti Haul.

     

    Kelompok ini menyerang sedemikian dahsyatnya, sehingga akhirnya memunculkan pertanyaan dan ungkapan mengapa yang dihauli ulama bukannya Rasulallah saw?, padahal Rasulullah adalah satu-satunya uswah hasanah.

     

    Bagaimanakah hukum Haul yang sebenarnya? Apa kata ulama tentang Haul ? Benarkah peringatan Haul berarti menjadikan kubur sebagai masjid? Benarkah peringatan haul berarti menjadikan kubur sebgai tempat yang paling suci? Benarkah binatang yang disembelih saat haul dipersembahkan untuk mayit? Mengapa yang dihauli ulama dan bukan Rasulullah saw ?

    Harga:Rp. 10.000,-
  • Pertentangan antara Aqidah Ibn Taymiyyah & Al-Albani karya Hasan bin Ali As Saggaf

    Kontra Wahabi

    Inilah risalah kami [penulis] yang berjudul "an-Nuqul al-Wa-dhihah al-Jaliyyah fi 'Irdh Inkar al-Albani fi al-Aqidah ala Ibn Taymiyyah". Di dalamnya, saya ketengahkan beberapa masalah ideologis (aqa'idiyyah) dalam tauhid yang saya ketahui, yang diperselisihkan di antara Ibn Taymiyyah dan al-Albani, pada khususnya, dan sejawat-sejawat mereka yang lain, pada umumnya. Selain itu, di situ saya ketengahkan beberapa masalah furu' yang diperselisihkan di antara orang-orang yang telah kami sebutkan tadi.


    Latar belakang ditulisnya buku ini adalah, saya bertemu dengan seorang pemuda penganut Al-Albani. Ia bertanya kepada saya, "Mengapa Anda bersilang pendapat dengan Imam Ibn Taymiyyah dalam beberapa masalah akidah, dan Anda mencelanya?"
    Saya jawab, "Pertanyaan ini mestinya ditujukan kepada gurumu, al-Albani, sebelum ditujukan kepada-ku, karena dia juga termasuk orang-orang yang mencela dan menolak beberapa keyakinan Ibn Taymiyyah dalam banyak masalah. Barangkali, kalau seseorang mengumpulkannya, niscaya terkumpul lebih dari 200 masalah."


    Orang itu berkata, "Apakah masuk akal? Bisakah saya mengetahuinya?"
    Saya katakan kepadanya, "Saya akan menulis sebuah risalah untukmu tentang sebagiannya. Lalu saya akan mencurahkan tenaga, pikiran dan waktu, atas izin Allah SWT, untuk mengumpulkan seluruhnya dan menuliskannya dalam sebuah buku besar.
    Dalam buku itu, saya akan mengetengahkan masalah-maalah akidah yang diperselisihkan di antara orang-orang seperti Ibn Taymiyyah, Ibn al-Qayyim, asy-Syaukani dan orang-orang yang bertaklid kepada mereka atau yang cenderung kepada mereka seperti al-Albani dan beberapa orang yang mengaku salaf. Semoga Allah SWT memberi mereka petunjuk kepada kebenaran dan jalan yang lurus. Maka, saya memulai risalah yang ringkas ini. Semoga Allah SWT memberikan taufik-Nya."

    Harga:Rp. 12.000,-
  • Rekam Jejak Radikalisme Salafi Wahabi, Sejarah, Doktrin dan Akidah

    Akidah|Kontra Wahabi

    Buku ini akan mengupas tuntas sejarah wahabi sejak awal kemunculannya hingga saat ini dengan data akurat bersumber dari kitab-kitab sejarah kalangan ulama wahabi sendiri yang disertai scan-scan redaksi dan kitabnya.


    Buku ini juga mengupas secara detail dan ilmiyyah tentang hadits-hadits yang berkaitan munculnya Fitnah tanduk syaitan yang terkait dengan kemunculan fitnah wahabi dan fitnah-fitnah lainnya. Semua syubhat dari wahabi, terbantahkan secara akurat dan ilmiyyah.

    Buku ini juga menguraikan sebagian penyimpangan kaum wahabi yang menyebabkan terjadinya konflik dengan kaum muslimin lainnya dan bantahan atasnya secara ilmiyyah dan argumentatif.


    Buku ini menguraikan konsep tauhid wahhabi yang menjadi dasar konflik dengan mayoritas kaum muslimin. Pembagian tauhid yang mereka ada-adakan menjadi problem yang merenggangkan keharmonisan di tengah-tengah umat Islam. Sehingga muncullah pemahaman takfir, tasyrik, tabdi’ dan tadhlil kepada mayoritas umat Islam dan bahkan kepada para ulama besar Ahlus sunnah wal-Jama’ah. Bantahan atas pembagian tauhid yang bathil ini, juga penulis paparkan secara detail dan aergumentatif.


    Buku ini juga menuraikan konsep aqidah tajsim kaum Wahhabi khususnya dari para ulama mereka belakangan ini yang semakin menyimpang jauh dari sebelumnya. Konsep akidah yang mensifati Allah dengan sifat-sifat makhluk hingga pada taraf menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya, Naudzu bilahi min dzaalik... Penulis sertakan pula ucapan-ucapan para ulama besar dari kalangan salaf dan khalaf tentang akidah yang dibawa oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.


    Buku ini juga menguraikan kegoncangan dan kontradiksi yang terjadi di kalangan Wahhabi sendiri dalam masalah akidah yang membuktikan bahwa akidah mereka bathil dan bukan berasal dari akidah Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam yang diikuti oleh para sahabat dan mayoritas ulama Ahlus sunnah wal-Jama’ah.

    Stok Habis
    Harga:Rp. 45.000,-
  • Sampaikah Pahala Bacaan Yasin & Tahlil Kepada Mayit? Karya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki

    Karya Sayyid Al-Maliki|Kontra Wahabi

    Sampaikah pahala bacaan Yasin dan Tahlil yang dihadiahkan kepada orang yang telah mati?  Bagaimana dengan amalan-amalan lainnya seperti puasa, haji, sedekah, istighfar, apakah bisa sampai juga bila dihadiahkan pahalanya kepada orang yang telah mati?

     

    Apakah ada dalil-dalil yang menjelaskan tentang masalah ini? Apakah pendapat dari para ulama madzhab seperti Imam Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali mengenai masalah ini?  Dan bagaimana pula pendapat para ulama ahli tafsir dan ahli hadits seperti Imam Suyuthi, Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim, Imam Nawawi serta ulama besar lainnya?

     

    Dalam buku ini akan dijelaskan semua pendapat para ulama yang disertai dengan dalil-dalil yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadits.

    Harga:Rp. 35.000,-
  • Sejarah Wahabi & Salafi, Mengerti Jejak Lahir dan Kebangkitannya di Era Kita

    Kontra Wahabi

    Kata Wahabi dan Salafi begitu akrab dalam keseharian umat Islam. Apakah Wahabi itu suatu mazhab? Mengapa disebut Wahabi dan apa saja ciri khas pemikiran dan pola gerakannya? Begitu pula dengan Salafi. Apakah mereka penerus pandangan para Salafus Shalih (ulama generasi terdahulu yang saleh)? Apa bedanya dengan pesantren-pesantren tradisional di Tanah Air yang dikenal dengan Pondok Pesantren Salaf?

     

    Benarkah tudingan orang bahwa Wahabi telah memengaruhi setiap gerakan puritan di dunia Islam di era kontemporer?

     

    Dasar-dasar teologi Wahabi dibangun oleh Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb (abad ke-18). Gagasan utama ‘Abd al-Wahhâb adalah bahwa umat Islam telah menyimpang. ‘Abd al-Wahhâb hendak membebaskan Islam dari semua pe­rusakan yang diyakininya telah menggerogoti agama Islam, yang di antaranya adalah tasawuf, doktrin tawasul, ajaran Syiah, serta ba­nyak praktik lain yang dinilainya sebagai bid­ah. Bagi ‘Abd al-Wahhâb, hanya dengan kembali ke Islam yang lurus, mereka akan diterima dan mendapat rida Allah.

     

    Buku ini memaparkan sejarah Wahabi sejak kelahirannya, sepak terjangnya, hingga pengaruhnya di era modern. Merujuk pada sumber-sumber primer, termasuk dari karya kritis “orang dekat” ‘Abd al-Wahhâb sendiri, dan diperkaya referensi-referensi modern tepercaya, karya ini begitu meyakinkan, selain dituturkan dengan fokus, mengalir, dan mengasyikkan.

     

    Sangat penting kita mengerti sejarah agar kita lebih bijak menyikapi perbedaan dan setia mengedepankan dimensi kerahmatan Islam.

    Harga:Rp. 25.000,-
  • Halaman: « Kembali 1 2