Kontra Wahabi

  • Halaman: 1 2 Lanjutkan »
  • Terjemah Kitab Mafahim Yajib An Tushahhah – Meluruskan Kesalahpahaman – Prof. DR. As-Sayyid Muhammad Al-Maliki Al-Hasani

    Akidah|Karya Sayyid Al-Maliki|Kontra Wahabi

    Buku ini adalah sebuah karya besar dari seorang ulama besar. Judul aslinya adalah Mafahim Yajib An Tushahhah yang pada edisi terjemahan ini diberi judul Meluruskan Kesalahpahaman. Buku ini disusun oleh Prof. DR. As-Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani, seorang ulama berpengaruh dari kota Makkah, keturunan keluarga Nabi Muhammad Saw.

                   

    Buku ini menjelaskan apa yang diakui rumit oleh banyak orang. Juga membahas secara jelas berbagai permasalahan yang membuat banyak orang bingung karenanya. Buku ini benar-benar diakui istimewa di dalam bidangnya, serta sejalan dengan pemahaman akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah.

     

    Dalam buku ini As-Sayyid Al-Maliki mengulas berbagai permasalahan secara proporsional, menjauhi sikap berlebihan, serta bersikap adil. Beliau juga mencoba memperbaiki berbagai pemahaman keliru sambil memberikan nasihat kepada saudara-saudara kaum Muslimin dengan menggunakan berbagai dalil yang qath'i serta argumentasi yang baik, benar, dan rasional.

     

    Buku ini dibagi menjadi 15 bab inti. Setiap bab terdiri dari banyak sub bab, sehingga akan memudahkan kita dalam membaca dan memahaminya. Berikut adalah judul-judul bab dalam buku ini:

     

    - Ukuran untuk menilai keimanan, kekufuran dan kesesatan orang lain

    - Pengagungan antara penyembahan dan etika

    - Tentang Perantara

    - Tasawuf: Pakaian Kepalsuan?

    - Seputar Bid’ah

    - Tentang Mazhab Asy-ariyyah

    - Tentang Tawasul

    - Tentang Syafa’at

    - Keistimewaan Nabi Muhammad Saw

    - Hakikat Nubuwwah dan Basyariyyah

    - Tentang Tabaruk

    - Kehidupan Para Nabi di Alam Barzakh

    - Ziarah kubur dalam pandangan ulama

    - Tabaruk dan peninggalan Nabi

    - Seputar peringatan hari besar Islam

    Harga:Rp. 80.000,-
  • Ahlul Bid'ah Hasanah - Jawaban Untuk Mereka yang Mempersoalkan Amalan Para Wali - Habib Noval bin Muhammad Alaydrus

    Akidah|Cinta Rasul|Ibadah|Karya Habib Novel Alaydrus|Kontra Wahabi|Terlaris

    Bagi para pencari kebenaran, buku ini hadir sebagai penghapus dahaga mereka. Di dalamnya telah terhimpun berbagai dalil yang mendasari berbagai amalan salaf yang sering dipertanyakan oleh sebagian kecil umat Islam yang terlalu fanatik pada ajarannya. Karenanya buku ini sangat cocok bagi semua orang yang mencintai amalan salaf, amalan para wali dan bagi mereka yang mencari kebenaran sejati.

     

    Buku ini selain memberikan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadits, juga banyak memberikan informasi, pandangan serta penjelasan ulama-ulama besar dan terkemuka seputar permasalahan bid’ah dan amalan para wali. Setiap paragraf berisi informasi ilmiah dari berbagai sumber yang dapat dipertanggung jawabkan. Anda bahkan akan menemukan begitu banyak contoh-contoh bid’ah hasanah yang dilakukan oleh para sahabat di zaman Rasulullah saw maupun sepeninggal beliau saw. Buku ini menjadi sangat menarik karena seakan ia membawa kita ke zaman Rasulullah saw dan para sahabat beliau saw.

     

    Buku ini disusun oleh seorang ustad, da’i plus penulis muda yang sangat produktif. Yaitu Al Ustad Al Habib Noval bin Muhammad Alaydrus.

     

    Lihat Daftar Isi Disini

    Stok Habis
    Harga:Rp. 50.000,-
  • Ahlul Bid’ah Hasanah Jilid 2 – Tahlilan dan Memuji Rasul Upaya Menghidupkan Sunah Nabi – Habib Noval bin Muhammad Alaydrus

    Akidah|Karya Habib Novel Alaydrus|Kontra Wahabi

    Bagi para pencari kebenaran, buku ini hadir sebagai penghapus dahaga mereka. Di dalamnya telah terhimpun berbagai dalil yang mendasari berbagai amalan salaf yang sering dipertanyakan oleh sebagian kecil umat Islam yang terlalu fanatik pada ajarannya. Karenanya buku ini sangat cocok bagi semua orang yang mencintai amalan salaf, amalan para wali dan bagi mereka yang mencari kebenaran sejati.

     

    Buku ini selain memberikan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadits, juga banyak memberikan informasi, pandangan serta penjelasan ulama-ulama besar dan terkemuka seputar permasalahan bid’ah dan amalan para wali. Setiap paragraf berisi informasi ilmiah dari berbagai sumber yang dapat dipertanggung jawabkan. Anda bahkan akan menemukan begitu banyak contoh-contoh bid’ah hasanah yang dilakukan oleh para sahabat di zaman Rasulullah saw maupun sepeninggal beliau saw. Buku ini menjadi sangat menarik karena seakan ia membawa kita ke zaman Rasulullah saw dan para sahabat beliau saw.

     

    Buku ini disusun oleh seorang ustad, da’i plus penulis muda yang sangat produktif. Yaitu Al Ustad Al Habib Noval bin Muhammad Alaydrus.

    Harga:Rp. 50.000,-
  • Bahas Cerdas & Kupas Tuntas: Dalil Syar’i Maulid Nabi

    Kontra Wahabi

    Api abadi sesembahan kaum Majusi yang telah menyala seribu tahun padam seketika. Pilar-pilar kokoh istana Kisra Persia pun tumbang berjatuhan. Dan banyak lagi, Walhasil, alam bergemuruh, menyambut kelahiran Nabi SAW sedemikian rupa.

     

    Puluhan tahun kemudian, ada sahabat bertanya mengapa beliau berpuasa di hari Senin.
    “Itulah hari kelahiranku dan hari aku diutus,” jawab beliau. Itulah cara beliau memperingati hari lahirnya. Beliau mensyukurinya dengan berpuasa, bahkan di setiap pekan.

     

    Waktu berputar. Sumber-sumber sejarah mencatat beberapa versi terkait pihak yang awal mula merayakan maulid secara terbuka, pasca-era Nabi. Salah satu sumber mu’tamad, At-Tarikh karya ibnu Katsir, menyebut nama Al-Muzhaffar Abu Sa’id Kaukabri (wafat 630 H).

     

    Kala itu kisah hidup Nabi diperdengarkan, keluhuran akhlaq beliau disebut-sebut, shalawat bergema silih berganti, hadirin dijamu layaknya tamu yang mesti dihormati. Meski hanya setahun sekali, inilah salah satu cara umat yang ingin mensyukuri kelahiran Sang Rahmatan lil ‘alamin. Di hati pecinta, sungguh ini kenikmatan tiada tara.

     

    Terlepas dari berbagai versi sejarah itu, gagasan mengumpulkan orang dalam sebuah majlis Maulid nyatanya disambut baik oleh ulama, para pewaris anbiya’, seperti halnya shalat tarawih berjama’ah yang digagas Umar bin Khaththab RA, yang terus dilestarikan orang dari zaman ke zaman, di belahan bumi Islam timur dan barat.

     

    Sebut saja Ibnu Hajar (penyusun kitab syarah Shahih Al-Bukhari) atau An-Nawawi (penyusun kitab syarah Shahih Muslim), dua dari sekian banyak ulama yang telah menjelaskan pada umat hujjah-hujjah syar’i amaliyah Maulid Nabi. Mereka bukan sembarang tokoh, dua kitab syarah mereka itu menjadi rujukan terpenting untuk memahami hadist-hadist shahih Rasulullah SAW. Belum lagi As-Suyuthi (penyusun kitab tafsir Al-Jalalain, bersama Al-Mahalli, dan sekitar 500 karya berbobot lainnya), yang sampai menyusun kitab khusus berisi perkara penting ini: Husn al-Maqshad fi ‘Amal al-Maulid.

     

    Waktu terus berputar. Hingga datang satu kaum yang merasa paling murni tauhidnya dan benar mutlak pendapatnya menghukumi Maulid dengan tergesa-gesa. Hemat mereka, Maulid itu tak bersumber dari agama, termasuk amalan bid’ah, tradisi paham yang sesat, menyerupai kebiasaan orang kafir, dalil-dalilnya dipaksakan, jamuan yang dihidangkan haram, memuji-muji Nabi di dalamnya menjurus syirik, dan kelak para pelaku “bid’ah” ini menjadi ahli neraka. Semua itu utamanya bermodalkan dalil, “Tiap yang baru adalah bid’ah, setiap bid’ah itu sesat, dan setiap yang sesat itu ada di neraka” dan rumusan Ibn Taimiyah, “Sekiranya suatu amalan itu baik, niscaya salaf lebih dulu mengamalkannya.”

     

    Benarkah demikian? Sesederhana, sedangkal dan sekaku itukah agama yang agung ini menilai amaliyah umatnya, hingga menempatkan kaum muslimin sejak dulu bagai sekumpulan orang-orang sesat dan para ulamanya bak orang-orang bodoh yang tak paham hadist Nabi SAW atau para pembangkang atas syariat yang beliau gariskan?

     

    Selamat menyimak isi buku ini. Hati manusia tidaklah lebih panas dari api abadi Majusi atau sekeras pilar istana persi. Semoga Allah SWT menyadarkan kita semua dari rasa angkuh dalam memahami kebenaran dan dalam mengikutinya. Amiin..

    Harga:Rp. 30.000,-
  • Bid’ah Membawa Berkah, Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang Diangap Sesat Tapi Membawa Manfaat Bagi Umat

    Kontra Wahabi

    Buku ini ditulis sebagai keprihatinan atas maraknya aksi sekelompok kecil umat Islam yang gemar menuduh bidah amalan kelompok umat Islam mainstream dan sekaligus sebagai jawaban atas tuduhan tuduhan mereka itu.

     

    Amalan amalan yang mereka tuduhkan sesat itu ternyata banyak dilakukan oleh para ulama yang tergolong dalam kelompok Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Pertanyaannya, apakah mereka para ulama yang shalih itu tidak mengetahui bahwa amalan amalan yang mereka lakukan itu bidah? Simak jawabannya dan apa saja alasan ulama ulama itu?

    Harga:Rp. 25.000,-
  • Buku Pintar Berdebat Dengan Wahhabi, Ustad Muhammad Idrus Ramli

    Kontra Wahabi

    ejak Tahun 2008 M, Tim LBM NU Jember seringkali diminta mengisi pelatihan dan internalisasi ASWAJA di kalangan warga Nahdliyyin di berbagai level. Tidak Jarang, dalam acara-acara tersebut dilakukan debat terbuka dengan mendatangkan tokoh-tokoh Salafi. Dari sekian banyak perdebatan itu, akhirnya penulis tertarik untuk membukukannya dalam buku ini.

    Selain itu, buku ini juga memasukkan kisah-kisah perdebatan para ulama dulu dengan kaum Wahhabi, seperti dialog terbuka Sayyid Alwi Al-Maliki vs Syaikh Ibn Sa'di di MAsjidil Haram, dialog terbuka Syaikh al-Syanqithi dengan ulama Wahhabi tuna netra, dialog al-Hafidz Ahmad al-Ghumari di Makkah al-Mukarramah, dialog SYaikh Salim Alwan vs Dimasyqiyat di Australia, serta kisah-kisah dialog teman-teman yang pernah terlibat langsung dalam sebuah dialog dengan kaum Wahhabi, dengan harapan buku ini menjadi panduan dalam berdialog dengan aliran Wahhabi yang dewasa ini menamakan dirinya aliran Salafi.

    Dengan membaca buku ini, Insya'Allah, pembaca akan mampu berdialog dengan kaum Wahhabi dan Salafi.

    Harga:Rp. 26.000,-
  • Dialog Akidah versus Wahabi – Salafi, Membongkar Akidah Bid'ah dan Membela Asy'ariyah

    Akidah|Kontra Wahabi

    Buku sederhana ini berisi dialog penulis dengan Salafi-Wahabi yang akidahnya menyimpang dari jalan yang digariskan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Buku ini juga menyingkap betapa golongan yang berlaku sangat ketat soal bid'ah dalam bidang furu'iyah itu ternyata menyiarkan bid'ah dalam masalah akidah. Mereka yang kerap mencela takwil, ternyata juga mentakwil. Mereka kerap menuduh pemahaman Asy'ariyah sebagai tahrif (distorsi), ternyata justru mereka sendiri yang men-tahrif. Mereka mengklaim sebagai pengikut ulama Salaf, ternyata justru menyimpang dari ajaran Salaf.

     

    Meskipun gerakan Salafi-Wahabi kini telah menyebar luas, namun tentu saja gerakan ini tetaplah minoritas di kalangan muslim dunia saat ini yang mayoritas bermazhab Syafi'i dan ketiga mazhab fikih lain dan mengikuti konsep tauhid ulama salaf yang dihidupkan kembali oleh Imam al-Asy'ari dan al-Maturidi. Kalau kita melihat ke belakang hingga ke zaman sahabat, tentu gerakan Salafi-Wahabi ini makin terlihat minoritas karena yang diajarkan oleh mayoritas ulama dari dulu hingga sekarang tidaklah sama, bahkan

    bertentangan, dengan apa yang diserukan oleh gerakan ini.

     

    Ada dua orang pemikir Salafi-Wahabi yang pemikirannya banyak dibahas di buku ini, yakni Ibnu Taimiyah dan Ibnu Utsaimin. Syaikh Ibnu Taimiyah dipilih karena dia adalah Imam besar mereka dalam akidah dan orang yang membangun pondasi-pondasinya. Hampir semua syubhat Salafi-Wahabi sekarang adalah hasil jiplakan dari apa yang telah dikatakan Ibnu Taimiyah sejak dulu. Syaikh Utsaimin dipilih karena menurut penulis dialah yang paling mampu memberikan syubhat terbaik dan Salafi-Wahabi modern semua mengakui keilmuannya. Karena itulah, maka Syaikh Utsaimin dianggap representatif mewakili Salafi-Wahabi keseluruhan di masa ini.

    Harga:Rp. 40.000,-
  • Haramkah Tahlilan, Yasinan dan Kenduri Arwah?

    Kontra Wahabi

    Buku ini tidak mempermasalahkan apakah Anda seorang yang suka tahlilan atau tidak, karena tahlilan hanyalah sebuah tradisi yang tidak mengandung unsur kewajiban syariat. Yang ingin ditegaskan dalam buku ini bahwa tidaklah benar fatwa yang mengatakan bahwa acara tahlilan, yasinan dan kenduri arwah itu haram, bid'ah, khurafat, musyrik, berasal dari Hindu dan makanan yang disuguhkan di dalamnya adalah haram.

     

    Di sini juga disampaikan bantahan terhadap fatwa yang mengatakan bahwa doa dan hadiah pahala yang dilakukan oleh orang yang masih hidup tidak berguna bagi orang yang telah meninggal dunia. Fatwa semacam itu adalah fatwa keliru yang bertentangan dengan syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Sebab, sesuai dengan al-Qur'an, Sunnah dan Ijma' para ulama, orang Islam yang telah meninggal dunia masih bisa memperoleh manfaat dari amaliah orang yang masih hidup, baik berupa doa, hadiah pahala, sedekah, dan sebagainya, yang seluruhnya Insya Allah akan dipaparkan dalam bab-bab yang ada di buku ini.

    Harga:Rp. 30.000,-
  • Inilah Dalilnya, Penjelasan Al-Qur’an Dan Sunnah Atas Amalan Kaum Santri – Karya Habib Novel Alaydrus

    Dakwah|Kontra Wahabi

    Menabuh rebana, dzikir berjamaah, peringatan maulid Nabi, ziarah kubur, kenduri arwah, merupakan beberapa contoh amalan kaum santri yang telah mendarah daging dalam dii umat Islam tanah air. Dewasa ini ada sebagian orang yang mempertanyakan kebenaran amalan tersebu dan bahkan tidak jarang menghakiminya sebagai sebuah BID’AH yang sesat dan pelakunya merupakan penghuni neraka.

     

    Buku ini lahir di tengah keingintahuan dan harapan yang besar dari masyarakat untuk mendapatkan jawaban yang obyektif. Dengan bahasa yang mudah dan lugas, buku ini membuktikan bahwa kaum santri tanah air merupakan kaum berilmu yang melandasi setiap langkah dan amalnya dengan Al-Qur’an dan sunnah.

    Harga:Rp. 90.000,-
  • Inilah Sebaik Baik Bid’ah, Buku Panduan Berdebat Dengan Salafi Wahabi

    Kontra Wahabi

    Judul buku ini, Inilah Sebaik Baik Bid’ah, diilhami dari perkataan Sayyidina Umar bin Khattab ketika beliau mengumpulkan umat Islam dalam pelaksanaan shalat tarawih berjamaah. Dari perkataan Sayyidina Umar ini kita bisa memahami bahwa bid’ah itu tidak selamanya sesat dan menyesatkan, tetapi ada juga bid’ah yang baik, Bid’ah Hasanah. Tetapi ada juga bid’ah yang sesat, pastilah Sayyidina Umar tidak akan mengeluarkan perkataan sebagaimana disebutkan.

     

    Jika Sayyidina Umar bin Khattab saja mengakui adanya bid’ah hasanah, lalu kenapa ada sebagian orang yang tetap ngotot mengatakan bahwa semua bid’ah itu sesat? Apa karena hadits Nabi Saw yang menyatakan bahwa “kullu bid’atin dhalalah wa kullu dhalalah fin Nar?”

     

    Buku ini mengupas tuntas tentang hadits di atas, dan beberapa contoh bid’ah yang pernah terjadi, baik pada masa Nabi Muhammad Saw, sahabat, tabi’in, dan setelahnya.

    Harga:Rp. 30.000,-
  • Katanya Bid’ah Ternyata Sunnah

    Kontra Wahabi

    Tradisi Islâm yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan yang Islâmî di negeri kita Indonesia khususnya di Pulau Jawa, agaknya mengalami kegoncangan. Hal ini disebabkan oleh ulah sekelompok aliran atau faham Islâm tertentu yang dengan sengaja memutarbalikkan fakta kebenaran al-Qur’ân dan al-Hadîts dengan melakukan distorsi (penyimpangan) makna ayat dan memanipulasi nushûsh.

     

    Buku ini memuat jawaban yang mengakomodir (memuat) berbagai pendapat ulama’ yang berusaha menguak fakta kebenaran yang hakiki di balik tudingan bidah, yaitu syirik, harâm, dan pelakunya masuk neraka. Tudingan tersebut ditujukan pada ‘amaliyah yang selama ini berkembang di tengah-tengah masyarakat Islâm yang sudah menjadi tradisi dan corak budaya Islâm khususnya di tanah Jawa.

     

    Hadirnya buku berjudul Katanya Bidah Ternyata Sunnah  ini diharapkan mampu mengembalikan kecintaan umat Islâm terhadap agamanya, melalui budaya dan tradisi Islâm yang selama ini dihujat dan dicap kolot. Dengan kata lain, hadirnya buku ini menjadi titik terang dari sebuah kebenaran yang terlupakan, dilupakan, atau justru terabaikan.

     

    Buku ini dengan jelas dan gamblang menguraikan batasan-batasan mana yang boleh dan dilarang didukung dalîl-dalîl yang shahîh dan kuat dari al-Qur’ân dan al-Hadîts. Terlebih, kemasan bahasa yang sederhana — dengan beberapa istilah populer — agar mudah dibaca dan dipahami oleh semua kalangan. Penulis berharap, isi buku ini bisa dijadikan dasar, referensi dan pegangan bagi umat Islâm agar tidak ragu dalam menjalankan amaliyah apapun yang bersifat ibadah.

    Harga:Rp. 45.000,-
  • Keruntuhan Teori Bid'ah Kaum Salafi, Berdasar Kajian Komprehensif Ulama Ahli Hadits

    Kontra Wahabi

    Bid'ah ada dua macam, yaitu yang terpuji dan yang tercela. Bid'ah yang sesuai dengan sunah, maka terpuji. Sedangkan, bid'ah yang bertentangan dengan sunah, maka itu tercela.

     

    Dalil hadis yang sering disampaikan oleh Wahabi tidaklah salah, yang tidak tepat adalah tatkala menjadikan slogan bid'ah sebagai sebuah hukum dan menjadi alat untuk menggeneralisir setiap bid'ah adalah sesat. Mengapa tidak tepat? Sebab Wahabi menggunakan hadis-hadis tentang bid'ah tidak berdasarkan pada konsensus atau ijma' ulama, melainkan berdasarkan penafsiran sendiri.

     
     
    Harga:Rp. 30.000,-
  • Kesahihan Dalil Qunut Menurut Syariat Islam

    Fikih|Kontra Wahabi

    Qunut adaalah salah satu diantara sekian banyak masalah khilafiyah. Sebagian ulama membolehkan dan sebagian lagi tidak. Bagaimanakah sebenarnya masalah qunut ini menurut sudut pandang madzhab imam Syafi’i? Apa dalil-dalil yang membolehkan qunut? Apa saja macam-macamnya doa qunut? Bagaimana pula pendapat ulama salaf tentang qunut? Bid’ahkah qunut ?

     

    Buku ini juga akan menjelaskan bagaimana cara pelaksanaan qunut serta cara melaksanakan sujud sahwi.
    Harga:Rp. 20.000,-
  • Kesahihan Dalil Tahlil Menurut Al-Qur’an Dan Al-Hadits

    Fikih|Kontra Wahabi

    Masalah tahlilan di Indonesia, lebih-lebih di pulau Jawa, sudah menjadi budaya yang melekat pada masyarakat umumnya, meskipun masih ada juga yang mempersoalkannya. Persoalannya sebenarnya sederhana, yaitu sampaikah pahala bacaan tahlil kepada si mayit?

     

    Buku ini akan menguraikan secara lengkap berkaitan dengan tahlil. Apa fadilah dan keutamaan-keutamaan bacaan tahlil, hukum tahlil, bagaimanakah pendapat para ulama terkait hal ini? Bolehkah tahlil di samping kubur? Bagaimanakah hukum membaca al-Qur’an secara bersama? Simak semua jawabannya dalam buku ini.

    Harga:Rp. 20.000,-
  • Kesahihan Dalil Tawassul Menurut Petunjuk Al Quran dan Al Hadits

    Akidah|Kontra Wahabi

    Dalam Hal Tawassul, banyak masyarakat yang masih awam dan belum mengerti serta faham, lantas datanglah kelompok yang ekstrem dalam beragama yang menjenerilasasi masalah tawassul dengan pendapatnya; “pokoknya semua yang berbau tawassul adalah syirik!”

     

    Guru besar mereka, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, yang fatwa fatwanya banyak diikuti oleh kaum Wahabi tidaklah berpendapat demikian. Mereka memperbolehkan bertawassul dengan sifat sifat Allah, nama nama Allah yang indah agung, amal shaleh dan orang yang masih hidup, selain tiga hal tersebut mereka mengatakan bid’ah, dan sebagaimana biasa, setiap bid’ah menurut mereka adalah tersesat dan setiap kesesatan pasti masuk neraka. Mereka menganggap orang yang bertawassul melalui media pangkat atau jah Nabi, Wali atau yang lainnya itu musyrik, bahkan kafir sebagaimana sering dituduhkan.

     

    Buku ini mencoba mengungkap masalah masalah yang berhubungan dan berkaitan dengan tawassul dengan dalil naqli ataupun aqly berdasarkan dan berlandaskan Al Quranul Karim dan Al Hadits Asy Syarif.

    Harga:Rp. 25.000,-
  • Kesahihan Dalil Ziarah Kubur Menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits

    Akidah|Fikih|Ibadah|Kontra Wahabi

    Ziarah kubur pada awal Islam, ketika pemeluk Islam masih lemah, masih berbaur dengan amalan jahiliyah yang dikhawatirkan dapat menyebabkan perbuatan syirik, Rasulullah saw melarang ziarah kubur, akan tetapi setelah Islam mereka menjadi kuat, dapat membedakan mana perbuatan yang mengarah kepada syirik dan mana yang mengarah kepada ibadah karena Allah, Rasulullah saw memerintahkan ziarah kubur, karena ziarah kubur itu dapat mengingatkan pelakunya untuk selalu teringat mati dan akhirat

     

    Buku ini akan membahas secara lengkap pengertian ziarah kubur, hukum-hukum ziarah kubur, tujuan ziarah kubur, adab dan tata cara ziarah kubur, hal-hal yang dilarang ketika ziarah kubur, serta bagaimana pendapat ulama, termasuk pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang hal-hal yang berkaitan dengan ziarah kubur.

     

    Disamping itu, akan dijelaskan juga bagaimana ziarah kubur Nabi Muhammad saw, ziarah kubur ulama Shalihin

    Harga:Rp. 9.500,-
  • Kiai NU atau Wahabi Yang Sesat Tanpa Sadar? Jawaban Terhadap Buku-Buku Mahrus Ali

    Akidah|Kontra Wahabi

    Mahrus Ali sempat membuat heboh negeri ini, bukunya yang berjudul “Mantan Kyai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik” yang beredar luas beberapa tahun silam membuat resah umat dan para kyai, khususnya dari kalangan Nahdliyin.

     

    Buku sanggahannya pun muncul, ditulis oleh Lembaga Bahtsul Masail NU Jember. Kedua buku tersebut lalu menjadi perbincangan hangat dan polemik di masyarakat. Akhirnya pada tahun 2008, Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya menggelar debat ilmiah terbuka antar dua penulis buku tersebut. Namun Mahrus Ali tidak datang, dengan alasan keamanan dan hanya diwakilkan penulis kata pengantarnya, Ust. Muammal Hamidi.

     

    Tiga tahun berselang, Mahrus Ali yang tidak menghadiri debat tersebut, tiba-tiba muncul dengan dua buku barunya “Bongkar Kesesatan Debat Terbuka Kyai NU di Pasca Sarjana Sunan Ampel Surabaya” dan buku “Sesat Tanpa Sadar.”

     

    Buku ini hadir untuk menjawab atau membantah buku “Sesat Tanpa Sadar” karya Mahrus Ali, yang terbukti banyak melakukan pemelintiran data serta tidak jujur dalam mengutip teks-teks para ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Bahkan yang lebih fatal, Mahrus Ali berani menyalahkan pendapat ulama rujukan utama sekte Wahabi seperti Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dan lain-lain.

    Stok Habis
    Harga:Rp. 30.000,-»25.000,-
  • Mana Dalilnya?, Seputar Ziarah Kubur, Tawasul & Tahlil, Habib Nouval bin Muhammad Alaydrus

    Akidah|Ibadah|Karya Habib Novel Alaydrus|Kontra Wahabi

    Mana dalilnya, sebuah pertanyaan yang sering kali kita ajukan ketika mendengar, membaca atau melihat sebuah kegiatan keagamaan yang berada di tengah-tengah masyarakat.

     

    Buku ini menyajikan kepada Anda sebuah jawaban atas pertanyaan tersebut. Dalam buku ini kita diajak untuk menyelami kedalaman makna Al-Qur'a, Hadis dan pemikiran para ulama untuk memperluas wawasan.berpikir Anda.

     

    Sehingga, dengan membaca buku Insya Allah, Anda tidak akan lagi terlibat dalam perdebatan yang menjemukan dan tidak bermanfaat. 

    Stok Habis
    Harga:Rp. 33.000,-»30.000,-
  • Mana Dalinya 2 : Maulid Nabi, Sunnah Atau Bid'ah? Habib Nouval bin Muhammad Alaydrus

    Akidah|Karya Habib Novel Alaydrus|Kontra Wahabi|Tasawwuf

    Mana dalilnya, sebuah pertanyaan yang sering kali kita ajukan ketika mendengar, membaca atau melihat sebuah kegiatan keagamaan yang berada di tengah-tengah masyarakat. Buku ini menyajikan kepada Anda sebuah jawaban atas pertanyaan tersebut. Dalam buku ini penulis mengajak pembaca untuk menyelami kedalam makna Al-Quran, Hadits dan pemikiran para ulama untuk memperluas wawasan berpikir Anda. Shingga, dengan membaca buku ini Insya Allah, Anda tidak akan lagi terlibat dalam perdebatan yang menjemukan dan tidak bermanfaat.

     

    Share

    Stok Habis
    Harga:Rp. 33.000,-»30.000,-
  • Memahami dan Menelusuri Faham Wahabi dan Salafi

    Kontra Wahabi

    Keberadaan faham Wahabi atau Salafi yang menyebar di seluruh dunia terus mendapat tentangan dari ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Faham ini sering menjadi bahan pembicaraan, karena dinilai meresahkan.

     

    Mereka sangat mudah menuduh bid’ah, syirik, dan kafir kepada muslim lainnya yang tidak sepaham dengan mereka. Hal ini menujukkan kedangkalan ilmu mereka dan memahami nash nash agama.

     

    Buku ini mengajak kita untuk berfikir serta memahami dan menelusuri faham Wahabi atau Salafi, lengkap dengan para pengikutnya yang meresahkan bahkan sesat menyesatkan.

    Harga:Rp. 16.500,-
  • Halaman: 1 2 Lanjutkan »