Petuah Bijak

  • Halaman: « Kembali 1 2 3
  • Surga Atau Neraka, Akan Kemana Kita Berlabuh? Imam al-Harits al-Muhasibi

    Petuah Bijak|Tasawwuf

    Pernahkah Anda membayangkan hidup di dalam surga? Atau berpikir bernasib nahas sehingga harus meringkuk di dalam kengerian neraka?

    Jika Anda belum pernah membayangkannya, apalagi merasakannya, maka buku yang di tangan Anda saat ini sangat pas untuk dibaca. Kenapa? Sebab buku ini mengajak Anda menyelami sejengkal demi sejengkal keindahan yang terhampar di alam surga, begitu pula dengan kengerian-kengerian yang bertebaran di neraka.

    Melalui buku ini, Anda tidak hanya sekadar melihat keindahan surga, namun akan diajak larut menikmatinya. Anda juga akan merasa betapa begitu dihormati ketika berada di dalam surga. Sampai-sampai seorang malaikat saja harus minta izin jika ingin bertemu dengan Anda. Akan tetapi, di waktu yang sama pembaca juga bisa merasakan betapa mengerikan menjadi penghuni neraka yang sarat dengan siksaan.

    Di manakah nasib kita kelak? Introspeksilah diri saat ini tentu sangat menentukan, sebab surga hanya akan dihuni oleh orang-orang saleh, kaya amalan, dan senantiasa taat kepada-Nya, sementara selainnya akan mendiami neraka-Nya.
    Harga:Rp. 29.000,-
  • Ta'lim Al-Muta'allim : Kajian dan Analisis disertai Tanya Jawab

    Petuah Bijak

    buku yang mengkaji dan menganalisis kitab kuning “Ta’lim Muta’allim Lengkap dengan Tanya Jawab, seperti kenapa tidak baik makan ikan? Dll.”. Kitab yang menjelaskan tentang akhlak. Sangat cocok untuk masa sekarang karena banyaknya orang yang sudah tidak memperhatikan moral dan akhlaknya. Tidak santri, tidak mahasiswa, tidak tua, tidak muda, tidak besar, tidak kecil, mereka lebih mementingkan ilmu tanpa melengkapinya dengan akhak. Padahal tolak ukurnya seseorang berilmu atau tidak adalah akhlaknya."
    Harga:Rp. 110.000,-
  • Terapi Ruhani Untuk Semua – Habib Ali Zainal Abidin Al Jufri

    Petuah Bijak|Tasawwuf

    Tanpa disadari, banyak yang terlewat dalam hari-hari kita. Kemarin adalah waktu yang telah berlalu, apa yang telah kita selipkan pada waktu yang tak lagi kita kuasai itu? Kemarin adalah rentangan hari yang telah lewat, apa yang  sudah kita tambahkan pada masa yang takkan pernah kembali itu?

     

    Apabila hari demi hari berlalu begitu saja tanpa ada upaya pendekatan diri kepada Tuhan, tanpa kita mampu menjadikannya titian menuju-Nya, lalu apa tujuan hidup kita?

     

    Pernahkah tebersit di benak kita pertanyaan-pertanyaan semacam itu dan kita melewatkannya tanpa jawaban? Kenapa? Di antara persoalannya adalah kita tak punya teman dekat yang berbicara dari hati ke hati.

     

    Inilah buku yang membidik hati. Untaian kata dan seruan bijaksana dalam buku ini seperti mengetuk pintu kesadaran. Sesekali ketukan itu terdengar kencang, membuat kita segera terjaga, sesekali terdengar lembut, membuat kita ingin lekas menyambut. Menyadarkan kita bahwa hidup adalah menapaki jalan Tuhan, mengingatkan bahwa ada rambu-rambu perintah dan larangan yang harus diperhatikan. Inilah teman dekat dan terbaik hati untuk meniti jalan ruhani.

    Harga:Rp. 75.000,-
  • Terapi Sabara Dan Syukur, Kiat Mensyukuri Nikmat dan Bersabar atas Musibah, Karya Imam Al-Ghozali

    Karya Imam Al Ghozali|Petuah Bijak|Tasawwuf

    Iman itu terdiri dari dua bagian; sebagian berupa sifat sabar dan sebagian lagi berupa rasa syukur. Demikian disebutkan dalam hadits Rasulullah saw. dan atsar para sahabat. Dan, ada juga puluhan ayat Al-Qur’an yang menyebutkan keutamaan dua sifat ini. Maka tak salah kalau dikatakan bahwa tak ada iman bagi orang-orang yang tak mau bersabar dan bersyukur.

     

    Imam al-Ghazali (1058-1111 M) di buku ini membahas dua persoalan penting tentang “Sabar” dan “Syukur”, dua sifat yang seharusnya ada pada diri setiap Muslim tapi nyatanya paling berat untuk dilakukan. Sabar dan syukur ini sendiri merupakan bagian dari sifat-sifat Allah dan dua nama di antara nama-nama-Nya yang indah, karena Allah menyebut diri-Nya sebagai Yang Mahabersabar dan Mahabersyukur.

     

    Sabar itu sendiri mengandung dua makna, yaitu menahan diri dari berbuat maksiat atau yang bakal mendatangkan mudharat di kemudian hari, maupun tabah dalam menghadapi musibah. Sedang syukur merupakan ekspresi terima kasih kita kepada nikmat-nikmat Allah yang diberikan pada kita yang jumlahnya tak terhingga. Dan, ada pula syukur terhadap musibah yang kita terima. Imam al-Ghazali mengupasnya untuk Anda semua.

    Stok Habis
    Harga:Rp. 59.000,-
  • Terjemah Ayyuhal Walad, Konsep Pendidikan Imam Al-Ghozali - Bhs Arab dan Terjemahan

    Karya Imam Al Ghozali|Petuah Bijak

    Kitab Ayyuhal Walad bermula ketika seorang murid menemui Imam Al-Ghazali. Ia telah menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam ber-mula zamah dengan gurunya itu. Berbagai jenis ilmu telah diwarisinya. Kitab-kitab karya Al-Ghazali, seperti Ihya' 'Ulumuddin, telah selesai dibacanya. Meski demikian, ia belum puas. Saat hendak meninggalkan Sang Guru, murid itu datang meminta nasihat. Inilah contoh adab murid kepada guru. Ia tidak sekadar berbasa-basi untuk berpamitan kepada gurunya, tetapi juga meminta nasihat wada' (nasihat perpisahan) secara tertulis. Tujuannya agar selalu ingat dengan nasihat gurunya.

    Al-Ghazali berkenan mengabulkan permintaan murid kesayangannya tersebut. Ia menuliskan baris-baris nasihatnya sehingga menjadi sebuah buku kecil. Baris-baris itu selalu diawali dengan kalimat "ayyuhal walad" yang berarti "wahai ananda". Kalimat itu menunjukkan betapa akrabnya hubungan antara murid dan guru, seperti hubungan antara anak dan bapak. Oleh karena itu, Al-Ghazali selalu memanggil muridnya dengan kalimat "ayyuhal walad", wahai anandaku.

    Al-Ghazali mengawali nasihatnya dengan kalimat yang sangat indah. Ia memanggil muridnya dengan panggilan penuh simpati juga mendoakannya. Kata Al-Ghazali, "Wahai ananda tercinta. Semoga Allah memanjangkan usiamu agar bisa mematuhi-Nya. Semoga pula Allah memudahkanmu dalam menempuh jalan orang-orang yang dicintai-Nya."
     
    Sang murid itu lalu berkata dalam dirinya, “Meski aku telah membaca bermacam-macam ilmu, dan telah kucurahkan umurku untuk mempelajarinya, namun saat ini selayaknya aku mengetahui apa saja ilmu yang bermanfaat bagiku dan akan menjadi sinar dalam kuburku dan mana ilmu yang tidak bermanfaat sehingga akan aku tinggalkan. 
    Harga:Rp. 85.000,-
  • Terjemah Kitab Al Minahus Saniyah, Wasiat Nabi Muhammad Saw kepada Sayyidina Ali Ra.

    Petuah Bijak

    Tak ada manusia yang sempurna di dunia ini, sebaik apapun manusia itu, ia pasti pernah melakukan sebuah kesalahan kecil. Ada sebuah ungkapan bahwa manusia adalah tempat salah dan lupa, karena manusia adalah makhluk yang paling lemah di antara makhluk yang lain.

     

    Allah Swt memberi solusi kepada manusia untuk menghapus semua dosa dosa atas segala kesalahannya dengan jalan bertaubat. Karena itulah bab pertama dari kitab Al Minahus Saniyah ini adalah pembahasan tentang taubat. Taubat adalah inti bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

     

    Kitab Al Minahus Saniyah ini mengajarkan kepada kita bagaimana cara mendekatkan diri kepada Allah serta menjauhi sifat sifat yang dapat merusak pahala ibadah kita.

    Harga:Rp. 13.000,-
  • Terjemah Kitab Daqoiqul Akhbar

    Petuah Bijak

    Manusia lebih condong mencari kebaikan urusan dunianya saja dibanding untuk kebaikan akhiratnya. Hal ini sangat rasional, karena kebaikan dunia kasatmata dan dapat langsung dirasakan atau dinimatinya. Sedangkan kebaikan akhirat sifatnya gaib dan tidak dapat langsung dirasakan atau dinikmati, sehingga manusia kurang tertarik bahkan mengabaikannya.

     

    Untuk membangkitkan semangat amalan akhirat, semangat pencapaian kebaikan dunia, maka diperlukan pemahaman kehidupan akhirat yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah Nabi saw. Dengan demikian maka seseorang akan terdorong butuh akan kebahagiaan di akhirat nanti.

     

    Melalui buku ini pembaca akan diajak wisata ruhani ke akhirat melihat-lihat neraka dengan berbagai siksaannya, dan berkeliling surga melihat keindahan dan kenikmatannya, sehingga menjadi paham tentang akhirat, yang pada akhirnya insyaAllah akan lebih mencintai akhirat dan bertekad untuk beramal buat kebahagiaan akhirat yang abadi dibanding kebahagiaan dunia yang bersifat fana, sementara dan menipu

    Harga:Rp. 21.000,-
  • Terjemah Kitab Idhotun Nasyi’in – Musthafa Al-Ghalayain

    Petuah Bijak

    Umat Islam yang dulu pernah menjadi bangsa atau umat yang kuat dan berwibawa, kini justru menjadi bulan-bulanan kepentingan dan keserakahan bangsa (umat) lain. Bangsa lain ini telah berjuang keras untuk melumpuhkan bangsa dan umat yang beragama Islam dengan segala cara dari zaman ke zaman. Diantara cara-cara mereka adalah menciptakan kondisi umat Islam yang bebas tidak terikat dengan norma-norma agama dan akhlak sebagai pegangan hidup.

     

    Dengan cara ini, mereka mengharapkan akan muncul generasi Islam yang dapat menuruti kemauan-kemauan imperialis, generasi yang pemalas, senang hidup mewah dan berfoya-foya, tidak peduli dengan persoalan-persoalan penting, selalu berusaha mencari kesenangan, selalu mementingkan kepentingan pribadi. Generasi yang apabila belajar, maka semata-mata untuk kepentingan pribadi dan kesenangannya. Apabila bekerja, maka untuk kesenangan pribadi. Apabila menjabat, juga berusaha untuk kesenangan diri dan kelompoknya. Apabila kondisi umat Islam seperti ini, mata tamatlah riwayat mereka.

     

    Di tengah umat Islam yang keadaannya memprihatinkan tersebut, buku ini diluncurkan oleh seorang ulama besar Mesir, yaitu Syekh Musthafa Al-Ghalayain untuk menyelamatkan mereka dari jurang kebinasaan. Isinya bukan hanya sederetan teori ilmiyah, tapi juga arahan operasional yang lebih praktis.

     

    Buku ini merupakan bimbingan untuk generasi muda muslim agar menjadi individu-individu yang bersih dari sifat-sifat yang tidak terpuji, berakhlak mulia, dan mengerti bagaimana seharusnya dia bersikap menghadapi segala peristiwa yang dialami bangsanya.

    Harga:Rp. 30.000,-
  • Terjemah Kitab Minhajul Abidin – Imam Al-Ghozali

    Karya Imam Al Ghozali|Petuah Bijak|Tasawwuf

    Ibadah adalah karunia, pahala, kenikmatan abadi, dan sarana menuju surga yang kekal. Kelak terasa indah, seindah hati kaum abidin (ahli ibadah) yang menjalaninya dengan ikhlas dan ihsan. Inilah jalan para nabi, para auliya, shalihin dan mukhlisin.

     

    Namun jalan menuju ke surga-Nya itu bukanlah jalan yang mudah dilalui oleh para hamba yang mudah tergoda indahnya dunia. Berbagai rintangan menghadang, siap menarik seorang hamba ke jurang maksiat, hingga semakin jauh dari tujuan ibadahnya. Rasulullah saw bersabda “ketahuilah bawah jalan menuju surga itu penuh rintangan dan lika-liku, sedangkan jalan ke neraka itu mudah dan rata.”

     

    Melalui kitab ini, Imam Al-Ghozali membagi perjalanan seorang ahli ibadah itu dalam tujuh tahapan. Ini adalah risalah bimbingan yang menjadi wasiat terakhirnya bagi umat, karena tak lama sesudah menyusun buku ini, sang imam ini meninggalkan dunia, menghadap Rabbul Alamin yang selalu beliau rindukan.

     

    Imam Al-Ghozali memaparkan tips-tips penting agar selalu waspada terhadap setiap rintangan yang ada. Sehingga dapat keluar dari perangkap tersebut.

    Harga:Rp. 42.000,-
  • Terjemah Kitab Taklimul Mutaallim – Sebuah Panduan Bagi Para Penuntut Ilmu

    Petuah Bijak

    Buku ini adalah terjemah dari kitab Taklimul Mutaallim yang banyak diajarkan di berbagai pondok pesantren. Buku ini menjadi semacam panduan bagi seorang pelajar atau santri dalam proses menuntut ilmu, agar ilmunya bermanfaat dan agar kelak bisa merasakan manis buah belajarnya.

     

    Buku ini terdiri dari 13 Bab, yaitu :

    1.Hakikat ilmu, fikih dan keutamaannya

    2.Niat untuk Belajar

    3.Memilih guru, ilmu, teman dan ketabahan

    4.Mengagungkan ilmu dan ulama

    5.Tekun, Istiqamah dan minat

    6.Permulaan, ukuran dan tata tertib Belajar, yaitu tertib bacaan mana yang harus didahulukan dan mana yang kemudian.

    7.Tawakkal

    8.Waktu mendapatkan hasil ilmu

    9.Kasih sayang dan nasehat

    10.Mencari faedah

    11.Sifat waro’ di waktu belajar

    12.Penyebab hafal dan lupa

    13.Mendapatkan dan menolak rezeki, serta memperpanjang dan memperpendek umur

    Harga:Rp. 16.000,-
  • Terjemah Nashaihul Ibaad, Mutiara Dari Sang Mujahid Dakwah Syeikh Nawawi Al-Bantani

    Petuah Bijak

    Sekelompok 'pemikir' mengatakan bahwa hidup ini tidak bermakna dan tidak pula bertujuan, bahkan penuh kesempitan, kesusahan dan kesengsaraan, sehingga mati lebih baik daripada hidup. Karena itu, seandainya orang bisa memilih, tentu lebih suka tidak pernah ada dan hidup didunia ini. Ketahuilah, bahwa itu adalah pandangan kaum pesimis yang tidak beriman kepada Allah Swt dan Rasul-Nya.

    Islam menegaskan bahwa hidup ini cukup berharga, karena memiliki makna dan tujuan yang baik. Setiap manusia memiliki tujuan yang diyakini cukup berharga untuk diperjuangkan. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengarahkan diri untuk menempuh hidup dengan memiliki makna serta tujuan yang baik dan benar. Arti dan makna hidup ditemukan dalam usaha kita dalam mencari keridhaan Allah Swt.

    Buku ini merupakan salah satu diantara 'pegangan terpenting' untuk mengetahui makna dan hakekat kehidupan demi mencari keridhaan Allah Swt. Yang mana didalamnya disertai dalil-dalil 'penguat' untuk membimbing hamba Allah Swt demi memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

    Harga:Rp. 15.000,-
  • Terjemah Tanbihul Ghafilin - Peringatan Bagi Orang-Orang yang Lupa {Jilid 1 dan 2}

    Ibadah|Petuah Bijak

    Sungguh, kelalaian telah menimpa seluruh umat manusia dewasa ini, sehingga kemerosotan moral merajalela di tengah-tengah masyarakat, manusia hanya mengedepankan nafsu materialisme, kesenangan dan kelezatan duniawi, sehingga penguasa-penguasa korup lalim dan mewah.

     

    Keadaan ini bermula dari semakin jauhnya manusia dari jalan yang telah digariskan Allah, agama dikesampingkan, pelanggaran terhadap larangan Allah secara terang-terangan. Bid’ah menggantikan posisi sunnah rasul dan kesesatan telah menggantikan petunjuk, tetapi orang hanya diam bertopang dagu tidak berusaha mencegah –baik dengan lisan maupun dengan perbuatan, bahkan mereka lalai akan adanya kehidupan akhirat.

     

    Fenomena kerusakan ini ternyata telah ada resep perbaikannya seperti yang ditulis oleh seorang ulama besar Al Faqih Nashr bin Muhammad bin Ibrahim dalam kitabnya Tanbihul Ghafilin {Peringatan Bagi Orang-Orang yang Lupa}

     

    Melalui kitab ini Al-Faqih mengembalikan konsep tauhid dan syariat sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, para sahabat, tabi’in dan para ulama salaf yang sholih.

     

    Kitab ini banyak dijadikan sebagai bacaan wajib di pesantren, sebagai rujukan para da’i dan muballigh di majelis-majelis taklim karena isinya begitu lengkap mencakup nasihat, teguran, dan peringatan, sehingga mampu memberikan pengertian serta membangkitkan kesadaran yang mendalam untuk memperbaiki jiwa dan moral.

    Harga:Rp. 165.000,-
  • Terjemah Ta’lim Muta’allim Karya Syekh Az-Zarnuji

    Petuah Bijak

    Menuntut ilmu wajib bagi setiap orang tanpa ada batasan waktu, baik itu ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum. Ilmu agama merupakan akar dari berbagai macam ilmu. Andai kita gambarkan ilmu itu seperti sebuah bangunan rumah, maka ilmu agama merupakan fondasi dasarnya. Jika fondasinya dibangun dengan kuat bangunan rumah tersebut akan terdiri kokoh.

     

    Allah Swt menerangkan dalam al-Qur’an “….Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang orang yang diberi ilmu beberapa derajat (QS. 58-11)

     

    Namun, akhir-akhir ini banyak kita rasakan bahwa para penuntut ilmu tidak memperoleh manfaat dari apa yang telah menyebarkannya. Hal ini dikarenakan metode dan penerapan yang salah dan keliru dalam proses belajar, serta telah ditinggalkannya syarat-syarat dalam menuntut ilmu.

     

    Buku ini akan memandu kita untuk lebih mengerti bagaimana cara menuntut ilmu yang benar, niat dalam mencari ilmu, memiih dan memilah ilmu, guru dan teman, sehingga apa saja yang perlu diperhatikan dalam menguatkan hafalan dan apa apa yang melemahkannya. Semoga dengan buku ini dapat menjadi petunjuk yang baik bagi kita dalam menuntut ilmu. Amin.

    Harga:Rp. 15.000,-
  • Tiga Sifat Tercela, Terjemah kitab Al Qabas an Nurul Mubin min Ihya Ulumuddin karya Habib Umar bin Hafidz

    Karya Habib Umar bin Hafidz|Petuah Bijak|Tasawwuf

    Marah, Dendam dan Hasut. Itulah tiga sifat tercela yang mungkin saja bersemayam di hati manusia. Bila ketiganya sifat itu ada di dalam hati seseorang, maka kehancuranlah yang akan ia dapati.

     

    Apa marah yang tercela itu? Sebab sebab apa sajakah yang dapat membuat seseorang marah? Lalu, bagaimana mengobatinya? Apakah perasaan marah dapat ditekan dengan latihan? Bagaimana cara jitu meredam kemarahan ketika sedang meluap?

     

    Apa penyebab munculnya sifat hasut dan dendam? Apa akibat akibat yang akan ditimbulkan dari sifat tersebut? Lalu, bagaimana mengobati kedua penyakit itu?

     

    Dalam buku ini Habib Umar bin Hafidz juga akan menjelaskan tentang keutamaan sabar, keutamaan menahan marah, keutamaan memaafkan dan keutamaan berbuat baik.

     

    Buku ini adalah terjemah salah satu bab dari kitab Al Qabas an Nurul Mubin min Ihya Ulumuddin karya Habib Umar bin Hafidz.

    Harga:Rp. 20.000,-»18.000,-
  • Tuhanmu Allah Swt ataukah Manusia? Terjemah kitab Al Qabas an Nurul Mubin min Ihya Ulumuddin karya Habib Umar bin Hafidz

    Karya Habib Umar bin Hafidz|Petuah Bijak|Tasawwuf

    Di antara manusia ada yang beribadah murni hanya karena Allah Swt. Mereka ikhlas, tanpa ada tujuan selain Allah. Namun, sebagian manusia lainnya, ada yang beribadah bukan karena Allah, tetapi karena manusia. Maka sungguh sia sialah ibadah yang mereka lakukan. Bukan pahala yang mereka dapatkan, sebaliknya, murka Allahlah yang akan mereka peroleh. Naudzubillah.

     

    Mengapa hal itu bisa terjadi? Apa yang menyebabkan mereka begitu? Ulama mengatakan bahwa mereka telah terjangkit penyakit Riya’ Inilah penyakit yang membuat amal ibadah seseorang menjadi sia sia bahkan sebaliknya, berbuah dosa.

     

    Buku ini berisi penjelasan tentang sifat riya’, suka pamer, tingkatan riya’ serta cara mengobati dan menghilangkannya daari diri kita. Buku ini adalah terjemah salah satu bab dari kitab Al Qabas an Nurul Mubin min Ihya Ulumuddin karya Habib Umar bin Hafidz.

    Harga:Rp. 23.000,-
  • Tutur Hati, Ustadzah Halimah Alaydrus

    Muslimah|Petuah Bijak

    Ustadzah Halimah Alaydrus adalah seorang daiyah sekaligus seorang penulis buku. Buku pertamanya yang berjudul Bidadari Bumi mendapat sambutan yang luar biasa di masyarakat.

     

    Selain berdakwah langsung dengan bertemu umat di berbagai tempat, beliau juga aktif berdakwah di dunia maya. Beliau aktif menulis di blog, facebook, dan twitter. Tulisan tulisannya cukup bermutu dan inspiratif, mengajak orang untuk merenung dan taat kepada Sang Penciptanya.

     

    Buku ini adalah kumpulan tulisan tulisan Ustadzah Halimah Alaydrus di blog, facebook dan twitter rentang waktu antara tahun 2OO9 sampai dengan 2O12. Buku ini berisi kalimat kalimat yang berasal dari hati yang merindukan ketulusan, yang menyentuh kalbu pembacanya.

    Stok Habis
    Harga:Rp. 30.000,-
  • Untian Mutiara Hikmah – Al-Allamah al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad

    Karya Imam al-Haddad|Petuah Bijak

    Buku inii adalah terjemahan dari salah satu karya al-Allamah al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad yang berjudul Kitab al-Hikam. Di dalamnya berisi mutiara nasehat, hikmah, serta petuah bijak dari bagi umat manusia.

     

    Kandungan buku ini ringan, namun sangat menyentuh hati. Tentunya buku ini bisa kita jadikan bekal untuk mengarungi kehidupan di dunia guna menuju alam akhirat kelak. Dengan membacanya, Kita akan dibawa menuju lautan nasehat dan petuah yang sesuai dengan kebutuhkan hati kita.

    Harga:Rp. 21.000,-»23.000,-
  • Wahai Orang Orang Yang Berbagga Diri, Terjemah kitab Al Qabas an Nurul Mubin min Ihya Ulumuddin karya Habib Umar bin Hafidz

    Karya Habib Umar bin Hafidz|Petuah Bijak|Tasawwuf

    Di antara manusia ada yang melihat sesuatu yang bathil sebagai yang haq, Ada pula yang melihat yang haq sebagai sesuatu yang bathil. Di antara manusia ada yang tidak bisa membedakan apakah perbuatannya untuk meninggikan nama Allah, ataukah untuk meninggikan namanya sendiri. Diantara manusia ada pula yang lebih mementingkan amalan amalan sunnah, sementara amalan wajib ia tinggalkan.

     

    Mereka mengira apa yang dilakukannya adalah kebaikan, tetapi sebenarnya yang mereka kerjakan hanyalah keburukan yang bisa mengundang murka Allah. Itulah keadaan manusia yang tertipu {ghurur}. Sungguh amat rugi dan sia sia perbuatan mereka.

     

    Inilah buku yang membahas tentang salah satu penyakit hati manusia yang cukup pelik dan jarang disadari oleh manusia, bahkan penyakit Ghurur ini banyak menimpa orang orang berilmu, para ulama, ahli ibadah, dan ahli tasawuf.

     

    Dalam buku ini Al Habib Umar bin Hafidz, menjelaskan tentang apa itu Ghurur? Dan macam macamnya orang terjangkiti pernyakit tersebut. Buku ini adalah terjemah salah satu bab dari kitab Al Qabas an Nurul Mubin min Ihya Ulumuddin karya Habib Umar bin Hafidz.

    Harga:Rp. 20.000,-
  • Wasiat Rasul Al-Musthofa – Terjemah Kitab Wasiat Al-Mustofa - Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya'roni

    Petuah Bijak

    Buku ini adalah terjemahan dari Kitab Wasiat Al-Mustofa karya Syekh Abdul Wahhab Asy Sya’roni. Buku ini berisi wasiat (pesan-pesan) Rasulullah kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra.

     

    Sayyidina Ali ra berkata : Rasulullah saw telah memanggilku dan aku bersama beliau berdua di rumahnya. Lalu beliau saw bersabda kepadaku: “Hai Ali, kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Nabi Harun as atas Nabi Musa as, hanya saja tidak ada lagi nabi sesudahku. Sesungguhnya aku hari ini hendak berpesan (wasiat) kepadamu dengan beberapa pesan, yang jika kamu menjaganya (mengamalkannya dengan penuh perhatian) maka kamu pasti hidup mulia, mati syahid,  dan di hari kiamat nanti akan dibangkitkan oleh Allah sebagai orang ahli fikih dan ahli ilmu.

    Stok Habis
    Harga:Rp. 10.000,-
  • Halaman: « Kembali 1 2 3