* Husnan arifin
* Aris
* Syarief adib
Jumlah Anggota: 455
* Husnan arifin
* Aris
* Syarief adib
Jumlah Anggota: 455
Zainal Abidin:
Assalamualaikum...
Saya telah terima Buku2 Pesanan saya dalam keadaan Baik...Alhamdulillah dan lebih cepat dari perkiraan, Sukses terus KiosIslami.....
Hamid Shihab :
Ass...konfirmasi paketx udah nyampe...
Muh. Taufiq :
Buku sudah datang. MasyaAllah bagus-bagus. Lain kali saya akan pesan lagi...
Said Lufthan:
Aslmkm. Bib kemarin paket udah nyampe.Alhmdlh...Syukron ya bib...
Sakaratul maut adalah saat-saat yang paling menakutkan yang dialami oleh setiap manusia, sehingga para nabi pun merasakan hal yang demikian. Nabi Isa AS berpesan kepada kaumnya agar selalu berdoa untuk memohon keringanan saat menghadapi sakaratul maut.
Oleh karena itu hendaknya setiap manusia memperbanyak berdoa agar diberi keringanan ketika menghadapi sakaratul maut serta mendapat husnul khatimah.
Buku ini adalah terjemah dari kitab "ad-Dakwah at-Tammah at-Tadzkirah al-Ammah" karangan Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad.
Buku ini seakan menjadi ujukan wajib bagi setiap juru dakwah. Di dalamnya terdapat ajakan dan peringatan untuk delapan golongan, yaitu ; Para ulama, orang-orang zuhud, dan para ahli ibadah. Penguasa, dan para pejabat negara. Para pengusaha dan karyawan. Kaum miskin, orang-orang lemah, anak-anak, kaum wanita, dan pembantu. Orang-orang yang taat, dan mereka yang bermaksiat. Hingga orang yang belum beriman kepada Allah dan datangnya hari akhir, serta sejumlah nasehat yang lainnya.
Buku ini merupakan risalah yang dituliskan oleh Imam Ghozali kepada salah seorang murid kesayangannya. Di dalamnya terkandung berbagai nasihat yang sangat bermanfaat, seperti tentang ilmu, ikhlas, tawakkal, riya dan berbagai nasehat lainnya.
Buku ini juga menceritakan tentang sejarah Imam Ghozali. secara ringkas.
Pesantren memang unik, karena memiliki pola pendidikan yang khas dan satu-satu tempat pendidikan yang telah melahirkan ratusan bahkan ribuan ulama.
Pola pendidikan dan prinsip yang dipertahankan sejak dulu, yang jauh sebelumnya telah melahirkan Imam Syafi'i, Imam Bukhari, Imam Ghazali dan lain sebagainya.
Belajar agama tidak seperti belajar matematika atau fisika. Karena untuk menimba ilmu agama diperlukan keyakinan yang kuat, riyadhah, kebersihan hati, dan tata krama yang luhur. Jika tidak, maka yang didapat bisa saja hanyalah sesuatu yang palsu.
Kelahiran atau kehidupan selalu menarik perhatian umat manusia. Mereka seakan tak pernah bosan membicarakannya. bahkan sebagian orang tiap tahun merayakannya.
Beda sekali dengan kematian! Kematian adalah peristiwa yang paling ditakuti; merupakan topik yang paling jarang disinggung dalam pembicaraan mereka. Akibatnya, ia menjadi seakan misteri bagi umat manusia. Mengapa Demikian?
Dengan membaca buku ini InsyaAllah Anda tidak lagi takut menghadapinya, bahkan menjadi siap menyambutnya!
Buku ini adalah kumpulan ucapan dan pemikiran seorang ulama, wali Allah yang besar, al-Habib Abdullah bin Muhsin al-Attar, atau yang biasa disebut "Keramat Empang."
Pemikiran-pemikiran beliau sarat dengan ilmu dan hikmah. Sangat layak untuk kita gali dan kita ketahui.
Kekuatan kata-kata mampu membangkitkan seseorang dari koma yang panjang, begitu kata orang bijak. Memang sebuah kata positif dapat memberikan secercah sinar terang di tengah kegelapan. Apalagi bila kata-kata itu terucap dari lisan ulama dan orang-orang shalih. Kata mutiara, hikmah, nasehat serta motivasi tersebut dapat membangkitkan semangat serta fikiran untuk giat dalam berbuat kebajikan.
Buku ini berisi kumpulan kata mutiara dan motivasi hikmah dari para Sahabat Nabi saw, auliya’, ulama, dan shalihin sebagai pedoman dalam kehidupan. Semua nasehat yang mereka ucapkan bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw.
Shalat adalah ruh segala amal, hakikat tingkat hubungan seorang hamba dengan Pencipta-Nya, rahasia keindahan wujud sejak dahulu kala, dan perantara munculnya cahaya yang tersembunyi di balik jasmani
Ia akan berdiri dengan perasaan hina dan hati luluh di hadapan kewibawaan Penguasa Yang Maha Perkasa, di hadirat Yang Maha Kuat dan Mulia, setelah membersihkan diri dari segala noda, dan melepaskan ikatan dengan selain-Nya. Kemudian tuntukdi hadapan hadapan Sultan Yang Maha Agung, sembali mengamati Keindahan Sang Kekasih, serta berdoa dengan sepenuh hati kepada Yang Maha Besar dan Maha Tinggi agar Ia meneguhkan hatinya. Setelah itu ia mengucapkan Allahu Akbar...