Tasawwuf

  • Halaman: « Kembali 1 2 3 4 5 6
  • Tuhanmu Allah Swt ataukah Manusia? Terjemah kitab Al Qabas an Nurul Mubin min Ihya Ulumuddin karya Habib Umar bin Hafidz

    Karya Habib Umar bin Hafidz|Petuah Bijak|Tasawwuf

    Di antara manusia ada yang beribadah murni hanya karena Allah Swt. Mereka ikhlas, tanpa ada tujuan selain Allah. Namun, sebagian manusia lainnya, ada yang beribadah bukan karena Allah, tetapi karena manusia. Maka sungguh sia sialah ibadah yang mereka lakukan. Bukan pahala yang mereka dapatkan, sebaliknya, murka Allahlah yang akan mereka peroleh. Naudzubillah.

     

    Mengapa hal itu bisa terjadi? Apa yang menyebabkan mereka begitu? Ulama mengatakan bahwa mereka telah terjangkit penyakit Riya’ Inilah penyakit yang membuat amal ibadah seseorang menjadi sia sia bahkan sebaliknya, berbuah dosa.

     

    Buku ini berisi penjelasan tentang sifat riya’, suka pamer, tingkatan riya’ serta cara mengobati dan menghilangkannya daari diri kita. Buku ini adalah terjemah salah satu bab dari kitab Al Qabas an Nurul Mubin min Ihya Ulumuddin karya Habib Umar bin Hafidz.

    Harga:Rp. 21.000,-»19.000,-
  • Tuntunan Mencapai Hidayah Ilahi – Terjemah Kitab Bidayatul Hidayah karya Al-Imam Ghozali

    Karya Imam Al Ghozali|Tasawwuf

    Kitab “Bidayatul Hidayah” karya ulama besar Hujjatul Islam, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ini banyak disebut-sebut sebagai Mukadimah Ihya Ulumuddin, karya masterpiece beliau yang sangat monumental itu.

     

    Kitab ini membahas proses awal seorang hamba mendapatkan hidayah dari Allah Ta’ala, dimana sang hamba sangat membutuhkan pertolongan dan bimbingan dari-Nya. Juga menjelaskan seputar halangan  maupun rintangan yang tersebar di sekitarnya, yaitu ketika sang hamba berusaha untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta, melalui tata cara dan  adab yang benar.

     

    Kitab ini secara garis besar berisi tiga bagian. Yakni, Bagian tentang adab-adab ketaatan, bagian tentang meninggalkan maksiat, dan bagian tentang bergaul dengan manusia, Sang Maha Pencipta, dan sesama makhluk. Menurut al-Ghazali, jika hati kita condong dan ingin mengamalkan apa-apa yang ada di buku ini, maka berarti kita termasuk seorang hamba yang disinari oleh Allah dengan cahaya iman di dalam hati.
    Harga:Rp. 15.000,-
  • Tuntunan Thariqah Qadiriyah Wan Naqsyabandiyah

    Tasawwuf

    Buku ini adalah buah karya Hadratus Syaikh Al Alim Al Allamah Mursyidut Thariqah Qadiriyyah Wan Naqsyabandiyah KH Muslih Abdurrahman Al Maroqy, yang diterjemahkan oleh putra beliau sendiri yaitu KH Muhammad Hanif Muslih.

     

    Buku ini penting untuk dibaca oleh semua kalangan khususnya untuk para mursyid, muridin dan muridat pengamal thariqah, khususnya thariqah Qadiriyyah wan Naqsyabandiyah agar dalam mengamalkan sesuatu mendapat dalil dan petunjuk yang pasti dan benar, sehingga mantap dan tidak ragu-ragu lagi.

     

    Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi tuntunan berbagai hal yang berkaitan dengan pengamalan thariqah Qadiriyyah wan Waqsyabandiyah. Mulai dari baiat, hal-hal yang perlu dilakukan setelah baiat, rahasia zikir, zikir hifdhil anfas, amalan-amalan yang membuahkan ridha Allah, macam-macam muraqabah, berbagai fadhilah shalawat dan lain sebagainya.

    Harga:Rp. 25.000,-
  • Wahai Orang Orang Yang Berbagga Diri, Terjemah kitab Al Qabas an Nurul Mubin min Ihya Ulumuddin karya Habib Umar bin Hafidz

    Karya Habib Umar bin Hafidz|Petuah Bijak|Tasawwuf

    Di antara manusia ada yang melihat sesuatu yang bathil sebagai yang haq, Ada pula yang melihat yang haq sebagai sesuatu yang bathil. Di antara manusia ada yang tidak bisa membedakan apakah perbuatannya untuk meninggikan nama Allah, ataukah untuk meninggikan namanya sendiri. Diantara manusia ada pula yang lebih mementingkan amalan amalan sunnah, sementara amalan wajib ia tinggalkan.

     

    Mereka mengira apa yang dilakukannya adalah kebaikan, tetapi sebenarnya yang mereka kerjakan hanyalah keburukan yang bisa mengundang murka Allah. Itulah keadaan manusia yang tertipu {ghurur}. Sungguh amat rugi dan sia sia perbuatan mereka.

     

    Inilah buku yang membahas tentang salah satu penyakit hati manusia yang cukup pelik dan jarang disadari oleh manusia, bahkan penyakit Ghurur ini banyak menimpa orang orang berilmu, para ulama, ahli ibadah, dan ahli tasawuf.

     

    Dalam buku ini Al Habib Umar bin Hafidz, menjelaskan tentang apa itu Ghurur? Dan macam macamnya orang terjangkiti pernyakit tersebut. Buku ini adalah terjemah salah satu bab dari kitab Al Qabas an Nurul Mubin min Ihya Ulumuddin karya Habib Umar bin Hafidz.

    Harga:Rp. 20.000,-»18.000,-
  • Warisan Teragung Sang Guru Besar Terjemah Kitab Futuh Al Ghaib karya Syekh Abdul Qadir Al Jaelani

    Karya Syeikh Abdul Qodir al-Jaelani|Tasawwuf

    Tujuan Allah Swt menciptakan manusia adalah untuk beribadah kepadaNya, sayangnya sebagian mereka justru berpaling dariNya, bahkan menyembah dunia. Faktanya kehidupan dunia hanya sementara, ia adalah tempatnya ujian dan cobaan. Dunia ibarat ladang untuk menanam kebaikan, adapun hasilnya akan dipetik di kehidupan akhirat.

    Seyogyanya manusia harus menjadikan akhirat sebagai modal utama, sedangkan dunia sebagai keuntungannya. Ia wajib mengutamakan waktunya untuk akhirat. Selebihnya, barulah ia gunakan untuk mencari dunia dan penghidupan. Namun yang terjadi adalah sebaliknya: dunia dijadikan sebagai modal utama, dan akhirat sebagai keuntungan. Selebihnya, barulah ia gunakan untuk mencari akhirat, seperti menunaikan shalat, puasa, dan berbagai kewajiban lain yang hanya bertujuan untuk mengugurkan kewajiban semata. Ini terjadi karena manusia yang seharunys mengendalikan sebaliknya ia dikendalikan oleh jiwa, hawa nafsu, dan setan yang senantiasa membujuk dan menggodanya agar mau menempuh jalan kesesatan yang justru menghasilkan kesengsaraan di dunia dan di akhirat.

    Siapapun yang menginginkan keselamatan. Ia harus menjauhi jalan setan dan hawa nafsu, bersabar dan ridha saat menghadapi cobaan, tidak mengeluh kepada makhluk, hanya memohon kepada Allah Swt, senantiasa mentaatiNya, menunggu kelapangan dariNya, dan mencurahkan tenaga untuk beribadah kepadaNya. Sebab Dia lebih baik dari siapapun termasuk semua makhlukNya. LaranganNya adalah pemberian, hukumanNya adalah kenikmatan, cobaanNya adalah obat, janjiNya adalah kritik, perkataanNya adalah perbuatan, dan kehendakNya adalah perkataan dan perintahNya. Ketika Dia menghendaki sesuatu, Dia tinggal berkata “Jadilah” maka terjadilah apa yang dikehendakiNya.

    Inilah buku penuntun bagi jiwa untuk selalu taat. Ia laksana setitik caaya yang berada di tengah belantara kegelapan hati. Ia juga mengajak siapapun Anda yang menginginkan Allah dan selalu berada di jalanNya.

    Harga:Rp. 40.000,-»36.000,-
  • Wasiat Para Wali dan Shalihin - Kumpulan Wasiat dan Nasehat Para Wali dan Shalihin

    Petuah Bijak|Tasawwuf

    Tiada kalimat yang patut di dengar atau dibaca setelah Al-Qur'an dan Hadist Nabi SAW, kecuali ucapan atau kalimat ikhlas yang keluar dari para wali dan shalihin.

    Buku ini berisi kumpulan wasiat para wali dan shalihin. Disusun oleh seorang imam besar, al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad. Isinya sungguh luar biasa bermanfaat. 

    Dimulai dari wasiat tentang taqwa, sabar, syukur, ikhlas dan seterusnya. Dengan mengamalkan isinya insya Allah kita bisa meraih kedudukan tinggi di sisi Allah layaknya para wali dan shalihin.
    Harga:Rp. 45.000,-»40.000,-
  • Wasiat Terbesar Sang Guru Besar – Syekh Abdul Qadir Al Jaelani

    Karya Syeikh Abdul Qodir al-Jaelani|Tasawwuf

    Sang pemilik ma`rifah (pengetahuan keagamaan) dan thariqah (jalan menuju kebahagiaan) ini adalah sosok paling dominan di jajaran para auliya. Sultan al-Auliya` yang disandangnya adalah buah keimanan dan keilmuan tertinggi pada dirinya. Mengapa tidak, tanda-tanda kewaliannya telah tampak semasa dalam penyusunan ibunya.

     

    Jejak hidup beliau memperlihatkan sebuah kemuliaan seorang hamba yang tidak hanya `abid tetapi juga alim dalam tafsir, hadits, fiqih, usul fiqih, nahwu, dan lain-lain. Tak diragukan lagi, beliau lahir dan besar sebagai guru besar dimasanya juga guru besar kita semua.

     

    Karya `emas` yang langka ini sangat pantas dimiliki, didalamnya sarat akan pengetahuan dan petunjuk-petunjuk kebenaran yang bertumpu pada fiqih dan syari`ah dan tasawuf yang bersandar pada pengalaman dan kesadaran rohani. Lembaran-lembaran wasiat ini akan memandu kita dalam melaksanakan legalitas titah keagamaan, sekaligus mengisi ruang inti batin. Kesemuanya bertujuan untuk mewujudkan kehidupan agama yang ideal.

     

    “Makluk adalah tabir penghalang bagi dirimu, dan dirimu adalah tabir penghalang bagi Tuhammu. Selama kamu melihat makhluk, selama itu pula kamu tidak akan dapat melihat dirimu dan selama kamu melihat dirimu, selama itu pula kamu tidak akan dapat melihat Tuhanmu” Syekh Abdul Qodir Jaelani

    Harga:Rp. 45.000,-
  • Yang Mengenal Dirinya Yang Mengenal Tuhannya – Terjemah Kitab Fihi Ma Fihi – Syekh Jalaluddin Ar Rumi

    Tasawwuf

    DALAM Islam, Tuhan dimaknai sebagai sesuatu yang bersifat transenden. Dalam hal ini, kaum sufi sepakat sepenuhnya. Mereka berkata “Dengan rupa apa pun engkau membayangkan Tuhan, Dia tetap berbeda dari bayanganmu.” Namun, pada saat yang sama, mereka juga meyakini bahwa Tuhan juga bersifat immanen, selalu ada di dalam semua ciptaan-Nya. Bahkan, mustahil bagi manusia untuk mengetahui Tuhan, kecuali melalui ciptaan-Nya.


    Menurut kaum sufi, ciptaan yang paling dekat dan paling mudah untuk mengantar kepada pengenalan Tuhan adalah diri manusia sendiri. Karena itulah Rasulullah bersabda “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.”


    Syekh Jalaluddin Ar Rumi, yang terkenal dengan puisi-puisi sufistiknya, menyusun sebuah buku Yang Mengenal Dirinya, Mengenal Tuhannya, berisi petuah-petuah sufistik yang luar biasa indah dan sangat dalam maknanya. Jika Matsnawi dianggap sebagai karya puisi terbaik, maka buku Yang Mengenal Dirinya, Mengenal Tuhannya, yang edisi bahasa Arabnya berjudul Fîhi ma Fîhi adalah karya terbaik terbaik Syekh Jalaluddin Ar Rumi


    Lewat buku ini, kita seolah sedang bertatap muka dengan Maulana Rumi, berbincang-bincang dan diajak untuk merenungi hakikat eksistensi. Ia memberi ragi bagi pencarian bentuk eksistensi kita sebagai manusia. Buku ini nampak tersusun sebagai sebuah petunjuk (risalah) bagi para penempuh jalan sufi, sehingga bab demi babnya terasa sebagai sebuah kurikulum yang tersusun rapi.

    Harga:Rp. 69.000,-»65.000,-
  • Halaman: « Kembali 1 2 3 4 5 6